Kabupaten Jembrana di Bali Menyambut Secara Resmi Project STOP dan Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik (Alliance to End Plastic Waste), untuk Menciptakan Sistem Pengelolaan Sampah yang Komprehensif

Jembrana, Bali (11 Feb 2020) — Hari ini, Kabupaten Jembrana menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menyambut Proyek STOP, sebuah inisiatif yang didedikasikan untuk mengakhiri pencemaran plastik laut dengan menciptakan sistem pengelolaan limbah sirkuler yang berkelanjutan di Asia Tenggara. Kemitraan kota Project STOP di Jembrana, yang berada di pantai barat laut Bali, sepenuhnya didanai oleh Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik (Alliance to End Plastic Waste), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengakhiri pencemaran sampah plastik di lingkungan dengan menyediakan solusi, melibatkan masyarakat dan membantu mengakhiri aliran limbah plastik ke lingkungan.

“Pemerintah Kabupaten Jembrana menyambut baik adanya Project STOP untuk masyarakat kami, dan untuk bekerja bersama kami dalam memberikan layanan pengelolaan limbah kepada penduduk dan bisnis kami, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk di sekolah-sekolah,” kata I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati Jembrana. "Bekerja dengan duta lingkungan dan pemimpin agama, kami akan mendorong perubahan perilaku dalam memilah sampah yang akan didukung oleh pemerintah daerah."

Kolaborasi Aliansi dengan Project STOP akan mendukung pembiayaan awal, bersamaan dengan penyediaan keahlian teknis dalam pengelolaan sampah. Sejak bekerja di Jembrana, tim Project STOP telah bekerja erat dengan masyarakat, termasuk pemerintah daerah untuk membangun landasan yang kuat dalam menjalankan proyek tersebut, dan telah menyelesaikan studi data awal, guna memetakan kondisi sosial dan hal-hal yang berkaitan dengan persampahan saat ini.

MoU tersebut ditandatangani oleh Kabupaten Jembrana dan SYSTEMIQ, yang ikut mendirikan Project STOP bersama dengan Borealis pada tahun 2017. Perayaan ini dihadiri oleh lebih dari 150 tamu.

“Komitmen pemerintah dan masyarakat Jembrana sangat penting bagi misi Project STOP untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah, yang menjaga plastik mencemari lingkungan, dan juga menciptakan peluang ekonomi bagi penduduk,” kata Joi Danielson, Direktur Program untuk Project STOP dan Mitra di SYSTEMIQ. “Melalui kolaborasi erat kami dengan Kabupaten, serta dukungan dari Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik (Alliance to End Plastic Waste), kami dapat bekerja sama untuk Bali yang bebas sampah.”

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa Pulau Bali menyumbang 33.000 ton plastik ke laut setiap tahunnya. Tantangan utama dari permasalahan tersebut adalah kurangnya layanan pengelolaan limbah yang tepat untuk memastikan rumah tangga dan bisnis tidak melakukan pembakaran terbuka atau membuang sampah ke lingkungan. Melalui program ini, Jembrana memberikan contoh dengan menunjukkan cara menghilangkan masalah plastik di lingkungan.

"Kolaborasi kami dengan Project STOP adalah bagian penting dari strategi Aliansi untuk membantu menjaga limbah plastik mencemari lingkungan dan berkontribusi pada ekonomi sirkuler," kata Jacob Duer, Presiden dan CEO dari Alliance to End Plastic Waste. “Masyarakat merupakan pusat dari pelibatan yang kami lakukan di Jembrana. Keberhasilan kami akan bergantung pada membangun kemitraan dengan setiap rumah tangga dan pembuat keputusan daerah. Kami bersyukur dapat bekerja sama dengan Kabupaten Jembrana untuk mencapai visi bersama untuk lautan yang bebas sampah plastik. "

"Borealis berkomitmen untuk menghentikan kebocoran sampah plastik ke lingkungan," komentar Alfred Stern, CEO Borealis. “Plastik adalah bahan berharga yang tidak boleh disia-siakan, tetapi didaur ulang dan digunakan kembali. Sebagai salah satu pendiri Project STOP, kami senang melihat program berjalan begitu cepat dan bangga bekerja sama dengan Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik dalam menerapkan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan di Bali. Kami merasa terhormat bahwa Pak I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati Jembrana, telah setuju untuk menjalankan program ini di Jembrana. ”

Diluncurkan pada tahun 2017, Project STOP adalah inisiatif yang didirikan bersama oleh Borealis dan SYSTEMIQ yang merancang, mengimplementasikan, dan menilai solusi ekonomi sirkuler untuk mencegah polusi plastik di Asia Tenggara. Bekerjasama dengan perusahaan, pemerintah daerah dan kelompok masyarakat, Project STOP mendukung kota-kota dengan keahlian teknis untuk mencapai nol persen kebocoran sampah plastik, meningkatkan sistem ekonomi sirkuler, menciptakan lapangan kerja baru dalam pengelolaan sampah, dan mengurangi dampak berbahaya dari sampah yang tidak dikelola dengan baik untuk kesehatan masyarakat, pariwisata, dan perikanan . Ambisi jangka panjang Project STOP adalah menciptakan solusi dan model baru yang dapat ditingkatkan secara cepat di seluruh mata rantai plastik, mulai dari penggunaan plastik hingga pengumpulan dan daur ulang limbah, di lokasi yang butuh peningkatkan pengelolaan limbah plastik.

Kemitraan kota di Jembrana yang didanai oleh Aliansi, adalah kemitraan kota pertama Project STOP di pulau Bali. Proyek ini dirancang untuk mandiri secara ekonomi dalam waktu tiga tahun, sehingga sistem dapat dioperasikan oleh pemerintah kota dan masyarakat setempat, di mana keduanya akan terlibat di seluruh tahapan proyek.

 

Leave a Reply