Buku "Tidak Tinggalkan Jejak" menampilkan praktik-praktik baik, serta pengalaman-pengalaman dalam menciptakan Sistem Pengelolaan Sampah untuk Menghentikan Sampah Plastik di Lautan
Buku tersebut menampilkan lebih dari 45 organisasi dari 4 negara

 

Bali, Indonesia, 16 Juni 2020Ketika penggunaan plastik meningkat di seluruh dunia, pandemi COVID-19 mengekspos kerentanan dalam sistem pengelolaan sampah global. Dampak itersebut kini tengah mengancam program-program persampahan, terutama di negara-negara yang berada pada garis depan dalam isu penanganan plastik laut. Sebuah buku baru berjudul "Tidak Tinggalkan Jejak: Pelajaran Vital Sistem Persampahan dari Organisasi Pelopor di Garis Depan" menyoroti solusi yang telah terbukti dari 45 organisasi yang bekerja di garis depan untuk memastikan pengumpulan sampah dan program daur ulang yang tangguh, berkontribusi dalam mencegah polusi plastik di lingkungan. Buku ini ditulis oleh Vital Ocean / SYSTEMIQ, TriCiclos, dan Hasiru Dala.

Dunia tengah bergumul dengan pertanyaan, "Bagaimana kita menghentikan pencemaran plastik di laut dan lingkungan dengan cepat, permanen, dan seefisien mungkin?" Pertanyaannya tersebut sangat menantang, terutama untuk negara-negara berkembang di mana pendanaan untuk pengelolaan sampah cukup rendah, dan banyak kendala struktural yang menghambat upaya dan pengoperasian pengumpulan limbah serta sistem daur ulang. Situasi ini diperburuk oleh pandemi: pendanaan pemerintah untuk sistem limbah dialihkan untuk mendukung respon COVID dan jatuhnya harga minyak telah menyebabkan turunnya permintaan dan memangkas harga untuk plastik daur ulang. Akibatnya, program pengelolaan sampah yang dibatasi dananya berisiko ditangguhkan, memaksa penduduk untuk membuang atau membakar sampah, dan mempertaruhkan nyawa serta mata pencaharian mereka.

Tidak Tinggalkan Jejak menampilkan solusi praktis dan teruji di lapangan dengan model bisnis dari 81 studi kasus internasional di Brasil, India, Indonesia, dan Chili untuk membangun program sampah dan daur ulang yang tangguh. Penelitian ini berfokus pada penyelesaian lima tantangan universal dan kompleks yang dihadapi oleh semua organisasi limbah dan daur ulang yang bekerja di lingkungan dengan keterbatasan dana: perubahan perilaku berskala, inklusi untuk pemulung, pengumpulan sampah yang terjangkau, daur ulang plastik secara ekonomis, dan pengolahan limbah organik tanpa kerugian.

Menurut Joi Danielson, Co-Founder Vital Ocean dan mitra SYSTEMIQ, sebagian besar analisis mengambil pendekatan atas-bawah, "apa yang seharusnya benar" untuk memecahkan masalah persampahan dan plastik laut. Tapi buku Tidak Tinggalkan Jejak mengambil pendekatan dari bawah-atas, melihat mereka yang berada di garis depan dan telah berhasil mengatasi tantangan ini , serta melihat bagaimana mereka melakukannya.

“Sampah selalu menjadi masalah orang lain. Perilaku membuang sampah cenderung mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain, ”jelas Joi Danielson, yang juga Direktur Program Asia untuk Project STOP, sebuah inisiatif yang didukung oleh mitra lokal dan global untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan melingkar di Asia Tenggara. “Tetapi yang diperlukan adalah pembagian tanggung jawab di seluruh rantai nilai manufaktur-ke-limbah — oleh setiap pemangku kepentingan — terutama untuk memberdayakan organisasi garis depan dalam melakukan pekerjaan mereka dan memperbesar dampaknya. Inilah bagaimana perubahan yang sejati dapat terjadi. "

Tujuan dari Tidak Tinggalkan Jejak adalah untuk menawarkan kepada para pelaku di garis depan dalam pengelolaan sampah dan daur ulang atas solusi-solusi praktis yang telah teruji di lapangan, yang dapat dimanfaatkan untuk membangun program-program lpersampahan dan daur ulang yang tangguh di daerah-daerah yang menghadapi keterbatasan sumber daya keuangan. Hal ini juga untuk berbagi dengan para pembuat keputusan dari pemerintah, dan industri mengenai apa yang dibutuhkan untuk mengatasi akar penyebab kendala struktural dari mereka yang menghadapinya setiap hari. Berdasarkan wawancara dengan organisasi garis depan perintis, ini adalah panduan untuk menyelesaikan krisis plastik laut.

Buku ini juga menekankan pentingnya “pemulung” informal yang telah membantu mengubah komunitas mereka sambil secara simultan mengejar kehidupan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri dan anak-anak mereka.

“Pemulung berada di pusat rantai daur ulang. Mereka perlu secara formal dimasukkan dalam sistem pengelolaan sampah untuk mencapai model ekonomi sirkuler yang konsisten di seluruh dunia, ”jelas Julia Luchesi, Manajer Operasi TriCiclos. “Langkah pertama adalah mengenali mereka sebagai penyedia layanan. Di buku Tidak Tinggalkan Jejak, kami membawa pengalaman inspiratif yang lebih dekat dengan model yang kami percayai. Silakan bergabung dengan dalam diskusi tentang topik ini. "

“Pengumpul sampah memainkan peran penting dalam memungkinkan ekonomi sirkuler, terutama di negara-negara berkembang. Ketika diberi ruang dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam sistem pengelolaan sampah formal, ada dampak di dua sisi: sosial dan lingkungan, ”jelas Rekan Pendiri dan Direktur Eksekutif Hasiru Dala, Nalini Shaker.

Untuk membawa wawasan ini kepada sebanyak mungkin orang di seluruh dunia, buku Tidak Tinggalkan Jejak tersedia secara gratis dan diterbitkan dalam empat bahasa: Inggris, Spanyol, Portugis, dan Bahasa Indonesia. ExxonMobil, anggota pendiri Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik, menyediakan dana untuk penelitian ini.

Unduh buku tersebut di sini:

 

Leave a Reply