Jembrana, 1 April 2022 Project STOP bersama dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Majelis Desa Adat (MDA) dan masyarakat di Desa Perancak, Air Kuning dan Yeh Kuning melakukan aksi bersih pantai. Acara ini dihadiri pula oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), sebagai bagian dari Hari Air Internasional yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2022. Project STOP, sebuah inisiatif dari Borealis dan SYSTEMIQ, didukung oleh mitra strategis Pemerintah Norwegia, The Alliance to End Plastic Waste, Nestlé, Borouge, dan Siegwerk; berupaya untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah sirkular yang komprehensif, berkelanjutan secara ekonomi di lokasi-lokasi dengan tingkat kebocoran sampah plastik yang tinggi, termasuk diantaranya Kabupaten Jembrana, Pulau Bali.

Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 9 Maret hingga tanggal 1 April 2022, dengan mengusung tema Memelihara dan Memanfaatkan Potensi Laut untuk Kehidupan (Segara Kerthi), Meningkatkan Pariwisata Melalui Pantai yang Bersih. Inisiatif ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menangani sampah di wilayah pesisir, serta mengingatkan warga setempat untuk menjaga sumber air, termasuk laut dari sampah.

Selama kegiatan bersih pantai berlangsung, sebanyak 300 relawan dari unsur pemerintah, kelompok masyarakat, kelompok nelayan dan pelajar turut terlibat membersihkan wilayah pantai dan pemukiman warga. Melalui aksi bersih pantai tersebut, para relawan dan penyelenggara acara telah membersihkan 5 kilometer area pesisir di Pantai Perancak, Air Kuning dan Yeh Kuning, dan berhasil mengumpulkan sekitar 15 ton sampah. Selain itu, kegiatan ini menerapkan peraturan keselamatan kerja dan protokol Kesehatan bagi setiap relawan yang terlibat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana, dinas-dinas terkait, masyarakat serta sejumlah lembaga atas partisipasinya dalam kegiatan ini. Kami berharap inisiatif ini dapat dilakukan secara berkala dan berkontribusi dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah, termasuk sampah plastik, sehingga dapat memberi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” kata I Nengah Subagia, Ketua MDA Kabupaten Jembrana. “Kami juga berterima kasih kepada tim Program STOP dan mitra lainnya seperti The Alliance to End Plastic Waste, yang turut andil mengenalkan teknologi dari Beach Tech untuk mengangkut sampah di wilayah pesisir secara efektif dan efisien, serta dapat membantu pekerjaan membersihkan sampah yang selama ini dilakukan secara manual.”

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Kabupaten Jembrana, I Nengah Tamba, S.H. dalam sambutannya menyampaikan, “kami sangat mengapresiasi kegiatan bersih pantai ini dan menghimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, mulai dari rumah, serta melakukan kegiatan bersih-bersih seperti ini secara rutin.” Bupati juga mengajak peserta kegiatan untuk bersama-sama berkomitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan demi Jembrana kedas bebas sampah, "sebab kabupaten yang berhasil adalah kabupaten yang dapat menangani sampahnya dengan baik. Kami mengapresiasi inisiatif dari STOP dengan adanya alat bersih pantai seperti ini yang sangat membantu kegiatan bersih pantai," tutupnya.

Leave a Reply