Seiring dengan berjalannya tahun 2020, dengan berbahagia kami menyampaikan bahwa mulai bulan ini, lebih dari 48.000 orang di Muncar dan Pasuruan telah menerima layanan pengumpulan sampah untuk pertama kalinya. Bersama dengan masyarakat di Muncar, Project STOP telah menjaga 4.000 ton sampah organik dan anorganik (yang terdiri dari 517 ton plastik) agar tidak sampai ke laut dan telah menciptakan 90 pekerjaan penuh waktu untuk pengelolaan sampah. Dengan adanya kemitraan di tiga kota yaitu Muncar, Pasuruan dan Jembrana, kami telah menjangkau 450.000 orang dan mencegah lebih dari 10.000 ton plastik sehingga tidak mencemari lingkungan hingga lima tahun kedepan.

Selama kami menerapkan solusi pengelolaan sampah sirkuler yang dapat ditiru, berkelanjutan secara ekonomi, yang dapat diperluas di seluruh Asia Tenggara, dan kami terus melanjutkan untuk berinovasi, kemitraan baru yang kami bangun akan membantu kami meningkatkan layanan lokal, mengembangkan target pendekatan untuk perubahan perilaku rumah tangga dan menciptakan struktur tata kelola yang holistik. Sebagai tambahan, konten baru, bahan-bahan pelatihan dan praktik akan membantu untuk menyebarkan pembelajaran dari kami untuk kota-kota lainnya dan bagi para pembuat perubahan di seluruh dunia.

Tim Project STOP bersama dengan SYSTEMIQ dan Borealis, berterima kasih kepada mitra kami - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jembrana dan Pasuruan, serta Kementerian Luar Negeri Norwegia, NOVA Chemicals, Nestlé, Aliansi Global untuk Menghentikan Sampah Plastik, dan Borouge, serta mitra teknis kami Schwarz, SWI, Veolia dan HP Inc. Kami bersemangat untuk menjadi besar di tahun 2020, untuk mengatasi beberapa kendala struktural yang dapat menghambat pengaturan dan pengoperasian sistem limbah nasional.

Leave a Reply