Borealis dan SYSTEMIQ, bersama dengan mitra mereka dari Pemerintah Norwegia, NOVA Chemicals, Borouge, dan Veolia, dengan senang hati menyambut Nestlé sebagai mitra strategis baru dari Project STOP (Stop Ocean Plastics), sebuah inisiatif terdepan untuk mencegah masuknya plastik ke laut di Asia Tenggara.

“Hal ini sangat memprihatinkan, kurangnya sistem dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan sudah berkontribusi dalam meningkatkan masalah sampah laut,” jelas CEO Borealis Alfred Stern. “Kami sangat senang menyambut Nestlé sebagai mitra strategis baru dari Project STOP, dan kami menantikan mitra dan aliansi baru dalam perjalanan kami untuk mengembangkan inisiatif ini.”

Nestlé hari ini menetapkan visinya untuk mencapai masa depan yang bebas sampah dan mengumumkan serangkaian aksi khusus untuk memenuhi komitmennya pada April 2018 untuk menjadikan 100% kemasannya dapat didaur ulang atau dapat digunakan kembali, pada tahun 2025, khususnya dengan fokus untuk menghindari sampah plastik. Nestlé memiliki ambisi jangka panjang yaitu untuk menghentikan masuknya plastik ke lingkungan di seluruh operasi globalnya. Ambisi tersebut akan membantu menghindari terakumulasinya plastik lebih lanjut di alam dan mencapai netralitas plastik.

Sebagai bagian dari ambisi tersebut, Nestlé telah menjadi perusahaan makanan pertama yang bergabung dengan Project STOP, upaya terdepan untuk mencegah sampah masuk ke lautan, meningkatkan daur ulang plastik, dan memberi manfaat bagi masyarakat setempat.

“Sampah plastik merupakan sebuah ancaman yang semakin besar terhadap ekosistem laut dan masyarakat, dan ini merupakan gejala dari model konsumsi linier, bukan sirkuler. STOP dirancang untuk mengubah hal itu dan membuktikan bahwa penggunaan akhir plastik (kemasan) dapat dikumpulkan dan dikembalikan menjadi sumber daya yang bernilai sekaligus menyediakan mata pencaharian bagi banyak orang,” komentar Martin R. Stuchtey, Co-Founder dan Managing Partner SYSTEMIQ. “Momentum dan pengaruh awal dari Project STOP menunjukkan bahwa kami berada di jalur yang tepat. Kami berharap upaya ini, dengan keterlibatan yang berkelanjutan dari mitra kami, akan bertambah cepat dan luas untuk menjadikan Indonesia model bagi apa yang dapat dicapai di seluruh Asia dan dunia.”

“Kami sangat senang menjadi perusahaan makanan dan minuman pertama yang bergabung dengan Project STOP. Bagi kami, ini adalah percontohan yang penting, yang merupakan bagian dari visi kami yang lebih luas untuk mencapai masa depan yang bebas sampah, selaras dengan komitmen kami untuk menjadikan 100% kemasan kami dapat didaur ulang atau dapat digunakan kembali pada tahun 2025”, kata Magdi Batato, Global Head Operations, Nestlé. “Selama beberapa bulan ke depan, kami akan membawa pembelajaran dari project ini ke negara-negara lain tempat kami beroperasi dalam upaya mewujudkan 'netralitas plastik' di pasar-pasar tersebut.”

 

Lihat siaran pers lengkap dari Nestlé di sini.

Lihat siaran pers lengkap dari Borealis di sini.

Lihat siaran pers lengkap dari SYSTEMIQ di sini.

Leave a Reply