Sebuah artikel khusus yang menilai bagaimana Project STOP membantu masyarakat untuk mengambil tindakan dalam mengatasi permasalahan sampah plastik.

“Kami menganggap pekerjaan kami lebih dari sekadar tentang uang,” jelas Nungki Rosalina. "Kami menganggapnya sebagai ibadah." Pada tahun 2018, kurang dari 10% masyarakat di Muncar menolak fasilitas pengelolaan sampah. Sekarang, Nungki adalah salah satu administrator yang menjalankan layanan pengumpulan sampah kota, yang didirikan oleh Project STOP, dengan dukungan dari Borealis dan SYSTEMIQ pada tahun 2017.

Dalam Artikel khusus yang bermitra dengan Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik (Alliance to End Plastic Waste), majalah National Geographic melihat bagaimana dan mengapa pendekatan berbasis komunitas yang dilakukan oleh Project STOP terlaksana, dengan mempertimbangkan tantangan dalam meningkatkan pengelolaan, pemulihan dan daur ulang sampah untuk kota-kota di Indonesia.

Artikel tersebut mengutip pernyataan Joi Danielson, Program Direktur SYSTEMIQ untuk Ocean Plastics Asia, terkait dengan langkah selanjutnya yang akan dilakukan di Muncar: "Saat ini kami menargetkan untuk mengumpulkan 100 persen sampah perkotaan hingga awal tahun 2021. Hal tersebut semestinya dapat mencegah lebih dari 10.000 ton sampah plastik agar tidak mencemari lautan dalam lima tahun."

Baca artikel selengkapnya di: https://www.nationalgeographic.com/science/2020/01/partner-content-place-where-waste-management-is-form-of-worship/

Foto: Ulet Ifansasti untuk Project STOP

 

Leave a Reply