I Made Yudi Arsana bergabung dengan Project STOP pada bulan September 2019 sebagai Chief Delivery Officer. Setelah setahun menempati posisi tersebut, kami berdiskusi dengan Made Yudi bercerita tentang pengalamannya di Project STOP.

Ceritakan mengenai pengalaman Anda sebelum bergabung dengan Project STOP, dan apakah Anda tumbuh besar melihat sampah plastik di lingkungan?

Saya lahir dan besar di Padang Bai, sebuah desa pesisir di Kabupaten Karangasem, berlokasi di sebelah timur Bali. Saya mengambil jurusan teknik lingkungan dan sangat tertarik mempelajari isu lingkungan sejak saat itu, termasuk yang berkaitan dengan pengelolaan sampah padat. Bali sangat terkenal sebagai destinasi wisata dan jika kita melihat lebih dekat, ada banyak sampah plastik yang kita temui di lokasi pariwisata.

Bagaimana Anda pertama kali terlibat dalam isu polusi sampah plastik?

Saya sangat tertarik dengan isu lingkungan. Sebelum bergabung dengan Project STOP, saya bekerja di sebuah Lembaga non pemerintah di Bali yang berfokus pada isu sanitasi, termasuk pengelolaan sampah padat. Saya bekerja erat dengan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian mereka dan mengembangkan rencana aksi yang konkrit mengenai hal-hal terkait polusi sampah plastik dan pengelolaan sampah. Dengan latar belakang tersebut, saya sangat senang bergabung dalam tim Project STOP di Kabupaten Jembrana, di mana saya dapat melanjutkan kerja saya bersama pemerintah lokal dan masyarakat untuk menyediakan solusi yang berdampak dan sirkular dalam mengatasi permasalahan sampah plastic di wilayah pedesaan dan perkotaan.

Mengapa hal tersebut penting bagi Anda?

Bila masyarakat tidak di edukasi tentang pentingnya mengelola sampah mereka di rumah, maka hasilnya akan sangat negatif bagi Indonesia dan masyarakatnya, mulai dari kerusakan lingkungan dan masalah Kesehatan, hingga merosotnya ekonomi dan keberlangsungan pariwisata di Bali untuk jangka panjang. Bagi saya, Indonesia yang bersih adalah salah satu pemicu yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Bali.

Semangat I Made Yudi dalam mengatasi krisis kebocoran sampah plastik telah membantu untuk memastikan lebih dari 160.000 masyarakat di Kecamatan Jembrana dan Negara memiliki akses terhadap layanan pengumpulan sampah, dan lebih dari 12.000 ton sampah dapat diselamatkan dari tempat pembuangan sampah dan saluran air.

                 I Made Yudi bersama Wakil Bupati Jembranamelakukan sosialisasi Project STOP dengan komunitas and the local community

Apa yang Anda rasakan setelah menjadi bagian dari Project STOP?

Saya sangat senang menjadi bagian dari tim Project STOP. Dalam pekerjaan ini, saya memperoleh kesempatan untuk merencanakan dan mengembangkan pengelolaan sistem persampahan yang berkelanjutan, mendorong dan mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah mereka dengan baik, dan bekerjasama dengan pemerintah lokal untuk menyediakan kebijakan terkait dengan pengelolaan sampah. Saya sangat bersemangat dalam membagikan pengetahuan serta pengalaman saya yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Agar Project STOP dapat lebih sukses kedepannya, diperlukan kolaborasi dari semua pihak, termasuk dukungan penting dari The Alliance dan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sirkular dan holistic. Kami sangat bersyukur atas komitmen dan keterlibatan para pihak.

Apa yang Anda sukai dari pekerjaan yang Anda lakukan saat ini?

Hal yang sangat saya sukai mengenai pekerjaan saya adalah bagaimana sata dapat bekerjasama dan berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat. Sebagai pihak yang penting, setiap Lembaga memiliki peran yang penting dalam menghentikan kebocoran sampah plastic di lingkungan. Hal ini tentu saja bukanlah pekerjaan yang mudah, namun saya yakin dengan kolaboratif di garis depan, kita dapat mengatasi permasalahan sampah plastic dan menyediakan pengelolaan sampah yang sirkular, yang dapat berkelanjutan dan di replikasi di tempat lainnya.

 

Untuk mempelajari lebih lengkap tentang Project STOP dan kerja-kerja kami di Kabupaten Jembrana, silakan kunjungi: https://www.stopoceanplastics.com/id/jembrana/

Leave a Reply