Project STOP Menyambut Mike Webster Pendiri WasteAid UK dalam Tim

Mike Webster

Pendiri Project STOP, SYSTEMIQ dan Borealis, bersama dengan mitra strategis kami, antara lain Kementerian Luar Negeri Norwegia, Nova Chemicals, Nestle, Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik (Alliance to End Plastic Waste) dan Borouge, menyambut Mike Webster, pendiri badan amal pemenang penghargaan, WasteAid UK, yang kini bergabung sebagai Kepala Operasi Sampah (Chief of Waste Operations) dan akan berbasis di Indonesia.

"Jika ada superstar dalam industri pengelolaan sampah, maka Mike adalah salah satunya," kata Joi Danielson, Direktur Program Asia dan mitra di SYSTEMIQ. “Dengan bergabung bersama tim kami yang luar biasa, Mike akan berkontribusi untuk menggapai ambisi kami dalam meningkatkan skala sistem pengelolaan sampah yang sirkuler ke tingkat berikutnya baik di Muncar, Pasuruan dan Bali, di mana kami bekerja untuk menjaga limbah plastik agar tidak mencemari lingkungan di seluruh wilayah Indonesia dan Asia Tenggara.

“Memperkuat tim di Indonesia sangat penting dilakukan untuk optimalisasi Project STOP, dan kami sangat menantikan kontribusi penting Mike,” kata Craig Halgreen, Direktur Keberlanjutan & Urusan Publik di Borealis. “Kami baru-baru ini mendukung manajer Borealis untuk berfokus pada solusi ekonomi sirkuler di Indonesia, yang akan mendukung keahlian manajemen sampah yang dimiliki Mike, dan menambah hal baru bagi tim yang mengesankan ini dalam mengatasi tantangan besar pengelolaan limbah di wilayah tersebut.”

Mike bergabung di Project STOP dengan pengalaman hampir 20 tahun di sektor persampahan dan sumber dayanya, baik secara nasional maupun internasional. Pekerjaannya di luar negeri meliputi Pasifik Selatan, Amerika Latin dan Afrika sub-Sahara. Ia mengelola proyek-proyek pelopor tentang mata pencaharian di sektor persampahan, pengelolaan sampah di tingkat komunitas, dan penelitian. Ia memegang gelar MSc di bidang Ekonomi Lingkungan.

“Saya sangat terkesan dengan perkembangan Project STOP dan dampaknya terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta pengurangan polusi plastik di laut,” kata Mike, yang saat ini berencana untuk pindah bersama keluarganya dari Inggris ke Indonesia setelah pembatasan perjalanan akibat pandemi dicabut. “Bergabung dengan Project STOP adalah kesempatan untuk menjadi bagian dari upaya yang selama ini dilakukan — kesempatan yang tidak bisa saya tolak.”

Sebagai Kepala Operasi Sampah, Mike bertanggung jawab untuk memimpin keberhasilan pelaksanaan kemitraan kota Project STOP, yang berfokus pada desain dan implementasi sistem persampahan kota, termasuk fasilitasi operasi pengolahan sampah dan infrastruktur pemilahan sampah.

Pengalaman Mike sangat beragam: Ia telah memimpin skema pengomposan di Kepulauan Solomon, proyek daur ulang plastik dan limbah ke bahan bakar di Afrika Barat, serta pelatihan kewirausahaan di Pakistan dan Ghana.

“Selama lima tahun terakhir, setelah mendirikan dan menumbuhkan WasteAid, saya menjadi semakin sadar akan peran kunci dalam manajemen sampah yang tepat dapat memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dan peran penting para pihak dalam mengurangi pembuangan dan pembakaran sampah, serta polusi plastik di laut,”kata Mike. "Hal ini sangat penting, sesuatu yang dengan mudah dapat di akses dan diterima begitu banyak orang di bagian dunia yang lebih kaya."

"Mike akan membawa pengetahuannya yang luas tentang pengelolaan sampah dalam berbagai skema ke Project STOP," kata Ben Dixon, mitra di SYSTEMIQ. “Kami akan mendapat manfaat dari pengalaman beliau, serta masyarakat tempat Project STOP bekerja.”

Leave a Reply